Peluang Karier di Bidang Data Analytics untuk Lulusan S1 Bisnis Digital
Di era digital yang semakin maju, data bukan lagi sekadar
hasil sampingan dari operasi bisnis melainkan aset strategis yang digunakan
untuk membuat keputusan, memprediksi tren, dan menciptakan keunggulan
kompetitif. Untuk lulusan program S1 Bisnis Digital, bidang data analytics
membuka banyak peluang karier yang menarik dan prospektif. Mari kita jelajahi
secara mendalam mengapa peluang ini terbuka, keahlian yang dibutuhkan, jalur
karier yang mungkin, tantangan yang dihadapi, dan apa yang bisa dilakukan
mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan baik.
1. Kenapa Data Analytics Menjadi Peluang Besar
Beberapa faktor utama mendorong semakin tingginya permintaan
untuk profesional di bidang data analytics:
- Ledakan
data:
Perusahaan dari berbagai sektor (e-commerce, keuangan, manufaktur, layanan
kesehatan, pemerintahan) menghasilkan dan mengumpulkan volume data yang
besar dan mereka membutuhkan orang yang mampu mengubah data tersebut
menjadi insight. Sebuah tinjauan sistematis menyebutkan bahwa analitik
data besar (big data analytics) membuka peluang pekerjaan baru bagi
lulusan teknik dan TI karena organisasi mencari keahlian seperti data
science, machine learning, dan AI. [1]
- Transformasi
bisnis berbasis data: Studi menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam melakukan
data-driven decision-making berkorelasi dengan inovasi dan performa yang
lebih baik. [2]
- Kesenjangan
keahlian:
Meskipun permintaan tinggi, banyak organisasi menemukan bahwa lulusan
belum sepenuhnya memiliki keahlian yang dibutuhkan. Sebuah studi menyebut
adanya gap signifikan antara kualifikasi yang dibutuhkan dan yang dimiliki
kandidat. [3]
- Peran
lintas-fungsi dan domain: Data analytics tidak hanya untuk tim TI saja bisnis
digital, pemasaran, keuangan, strategi perusahaan semuanya semakin
membutuhkan kapasitas analytics. Lulusan Bisnis Digital memiliki bekal
domain bisnis + kemampuan digital yang bisa menjadi keunggulan.
Dengan demikian, lulusan Bisnis Digital yang menguasai
analytics punya peluang untuk memasuki pekerjaan dengan nilai tambah tinggi, di
sektor yang terus tumbuh.
Fig 1. Topic modelling of
employability skills. [2]
2. Jalur Karier Umum dan Spesialisasi
Bagi lulusan S1 Bisnis Digital yang tertarik ke data
analytics, berikut beberapa jalur karier yang umum:
- Data
Analyst:
Mengumpulkan, membersihkan, memvisualisasikan data; membuat laporan dan
dashboard; mendukung departemen pemasaran, keuangan, operasional.
- Business
Intelligence (BI) Analyst: Fokus pada pengembangan sistem BI, dashboard,
reporting, mendukung pengambilan keputusan manajemen.
- Data
Scientist Junior:
Jika memiliki keahlian lebih mendalam (statistik, machine learning,
pemrograman), bisa melangkah ke peran data scientist.
- Data
Engineer:
Memfokus pada pipeline data, integrasi, infrastruktur data — jalur yang agak lebih teknis
namun sangat relevan.
- Analytics
Consultant / Strategy Analyst: Menggunakan insight data untuk memberikan saran
bisnis, strategi digital, optimasi proses, transformasi digital.
- Specialist
Domain Analytics (contoh: marketing analytics, customer analytics,
supply-chain analytics): Dengan bekal bisnis digital, lulusan dapat mengambil
spesialisasi analitik domain bisnis.
Posisi-ini menawarkan peluang di banyak industri:
e-commerce, fintech, telekomunikasi, manufaktur, layanan publik, hingga
startup. Sebuah artikel profil pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa profil data
scientist di pasar tenaga kerja digital mencakup keahlian yang luas dan
permintaan yang tinggi. [4]
3. Keahlian yang Dibutuhkan: Hard Skills & Soft Skills
Agar sukses di bidang data analytics, lulusan perlu
mengembangkan baik keahlian teknis (hard skills) maupun non-teknis (soft
skills). Berdasarkan literatur dan analisis lowongan pekerjaan, berikut
rangkuman.
Hard Skills
- Pemrograman:
Python, R, SQL. Studi menunjukkan bahwa banyak lowongan analytics menuntut
kemampuan pemrograman dan pengelolaan database besar.
- Statistik
& matematika: Analisis data, inferensi, modelling prediktif. Sebuah
penelitian mengidentifikasi statistik sebagai salah satu kompetensi inti.
- Machine
Learning / algoritma: Untuk peran data scientist atau predictive
analytics.
- Data
Engineering / ETL / pipeline data: Menangani volume dan variety data.
- Visualisasi
data & dashboarding: Tools seperti Tableau, Power BI; kemampuan
menyampaikan insight ke pemangku kepentingan bisnis.
- Domain
business knowledge: Karena lulusan Bisnis Digital memiliki keuntungan
memahami konteks bisnis, maka keahlian menghubungkan data ke keputusan
bisnis adalah keunggulan.
Soft Skills
- Kemampuan
analitis dan pemecahan masalah: Bukan sekadar menjalankan model, tetapi
interpretasi insight dan tindakan yang tepat.
- Komunikasi
& storytelling data: Menjelaskan hasil analytics secara jelas kepada
non-teknis.
- Kolaborasi
lintas‐fungsi: Bekerjasama dengan pemasaran, TI, manajemen,
dan stakeholder lainnya.
- Adaptasi
dan pembelajaran cepat: Dunia analytics & teknologi berubah cepat;
harus terus belajar. Sebuah studi menemukan bahwa banyak lulusan belum
siap karena kekurangan soft skills tambahan.
Mahasiswa dapat melihat ke referensi di atas untuk memetakan
gap keahlian mereka dan merancang pengembangan kemampuan yang tepat.
4. Mengapa Lulusan Bisnis Digital Punya Keunggulan
Sebagai mahasiswa S1 Bisnis Digital, kamu berada pada posisi
strategis untuk memasuki bidang analytics karena beberapa alasan:
- Kombinasi
bisnis + digital: Kamu sudah memiliki pemahaman bisnis (marketing,
manajemen, strategi) sekaligus teknologi digital ini cocok untuk analytics
yang memerlukan konteks bisnis.
- Pemahaman
konteks digital marketing, e-commerce, media sosial, pengalaman pengguna semua
ini adalah domain yang kaya data dan membutuhkan analitik.
- Peluang
tugas kuliah atau proyek kampus untuk membuat dashboard analytics, riset
data konsumen, atau analisis media sosial — bisa menjadi portfolio yang menarik untuk karier.
- Perguruan
tinggi dan program bisnis digital semakin mengintegrasikan data analytics
dalam kurikulum, sehingga kamu bisa mulai membangun skill sejak kuliah.
5. Tantangan yang Perlu Diketahui
Meski peluang besar, ada beberapa tantangan yang harus kamu
siap hadapi:
- Persaingan
meningkat:
Karena bidang menarik banyak lulusan dan profesional teknis, maka kamu
perlu menonjol dengan keahlian plus domain bisnis.
- Kesenjangan
keahlian:
Banyak lulusan memiliki latar belakang ilmu bisnis tetapi belum memiliki
keahlian teknis yang dalam (pemrograman, ML). Studi menunjukkan gap ini
nyata.
- Tuntutan
pembelajaran terus‐menerus: Teknologi analytics
berkembang cepat; maka bukan cukup hanya mengandalkan kurikulum, tetapi
juga kursus online, sertifikasi.
- Masalah
kualitas data dan integrasi bisnis: Banyak organisasi memiliki data yang tersebar, kurang
terstruktur; kemampuan menangani data real-world adalah keunggulan
kompetitif.
- Etika
dan privasi data:
Dengan meningkatnya regulasi data dan isu privasi, praktisi analytics
harus memahami regulasi, keamanan data, dan etika penggunaan data.
6. Langkah Praktis untuk Mahasiswa S1 Bisnis Digital
Agar kamu mempersiapkan diri secara optimal menuju karier di
data analytics, berikut langkah‐praktis yang bisa dilakukan:
- Belajar
dasar pemrograman & statistik: Mulai dengan Python/R, SQL, statistik dasar.
- Ambil
proyek nyata atau portofolio analytics: Misalnya analisis data kampus, riset konsumen,
dashboard untuk startup kampus.
- Pelajari
tools visualisasi data: Tableau, Power BI, Google Data Studio.
- Spesialisasi
domain:
Sesuaikan dengan bidang yang kamu minati (marketing analytics, e-commerce
analytics, customer analytics, supply chain analytics).
- Kembangkan
soft skills komunikasi & storytelling data: Buat presentasi, laporan,
video singkat yang menjelaskan insight data dengan jelas.
- Ikuti
kursus online atau sertifikasi: Contoh: Google Data Analytics Certificate, Microsoft
Azure Data Scientist, Coursera/edX yang relevan.
- Magang
atau kerja praktek di industri: Cari pengalaman langsung yang bisa memperkuat CV.
- Update
terus tren dan teknologi analytics: Big data, AI/ML, cloud data, real-time analytics.
- Bangun
jaringan profesional: Ikuti komunitas data, konferensi, hackathon, meetup.
7. Outlook Karier dan Gaji di Indonesia / Asia Tenggara
Meski tergantung lokasi, industri, dan ukuran perusahaan,
data menunjukkan bahwa profesional data analytics memperoleh posisi yang
relatif baik dibandingkan banyak bidang bisnis lainnya, terutama ketika
dikombinasikan dengan domain bisnis digital. Misalnya, di Asia Tenggara
mahasiswa data science mendapatkan tawaran sebagai Data Analyst, Data Engineer,
dan Data Scientist dengan gaji menarik dan peluang untuk naik karier cepat.
Karier jangka panjang bisa menuju posisi seperti Head of
Analytics, Chief Data Officer (CDO), Director of Business Intelligence, atau
Analytics Consultant di perusahaan besar atau global. Keunggulan kamu sebagai
lulusan Bisnis Digital adalah bahwa kamu bisa bertransisi dari analitik teknis
ke peran strategis bisnis.
8. Implikasi Untuk Program Studi S1 Bisnis Digital & Pengajar
Untuk memastikan mahasiswa siap memasuki bidang data
analytics, program studi dan pengajar harus mempertimbangkan hal-hal berikut:
- Integrasi
kurikulum analytics (pemrograman, statistik, data mining, machine
learning) ke dalam mata kuliah bisnis digital.
- Penugasan
proyek berbasis data nyata (mis. dataset konsumen, media sosial,
e-commerce) untuk membangun portofolio mahasiswa.
- Kerjasama
dengan industri untuk magang, studi kasus, mentorship, sehingga mahasiswa
memahami kebutuhan nyata bisnis.
- Pembinaan
soft skills seperti presentasi insight data, kolaborasi lintas-fungsi,
storytelling data.
- Menyediakan
akses ke software dan cloud platform untuk praktik data seperti AWS,
Azure, Google Cloud.
- Mengembangkan
kesadaran etika data dan regulasi privasi — penting untuk profesional analytics yang
bertanggungjawab.
Peluang karier di bidang data analytics terbuka luas bagi lulusan S1 Bisnis Digital karena kombinasi kemampuan bisnis digital dan analytics adalah aset yang sangat dicari oleh perusahaan modern. Namun keberhasilan memasuki bidang ini tidak semata karena gelar, melainkan karena keahlian teknis, kemampuan bisnis-context, soft skills, dan pengalaman praktis yang bisa dibuktikan. Dengan persiapan yang tepat, mahasiswa Bisnis Digital bisa memanfaatkan momentum ini untuk membangun karier yang cemerlang, relevan dengan tren digital, dan berdampak bagi organisasi maupun masyarakat.
Referensi
1. Abtew, A., & Assefa, A. (2023). A Review on the Impact of Big Data Analytics on the Employment of Technical Graduates in the IT Industry. (Systematic literature review)
2. Smaldone, F., et al. (2022). Profiling Data Scientists in the Digital Labour Market. ScienceDirect.
3. De Mauro, A., Kahlawi, A., Poggioni, V. (2021). A Systematic Review of Data Analytics Job Requirements and Online Courses. Journal of Computer Information Systems.
4. Zhang, J. (2023). Investigation of Essential Skills for Data Analysts. ScienceDirect.