PNM Gelar Kuliah Praktisi Design Thinking pada Mata Kuliah Program Studi Bisnis Digital

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan Program Studi Bisnis Digital mengadakan kuliah praktisi Design Thinking, yang dihadiri oleh mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang metode Design Thinking dan penerapannya dalam bisnis digital. Kuliah praktisi ini mencakup berbagai aspek penting, seperti menemukan permasalahan yang tepat, menghasilkan wawasan, serta mengembangkan ideasi dan purwarupa yang efektif.
Design Thinking: Pendekatan Kreatif untuk Pemecahan Masalah
Design Thinking merupakan pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat dari proses pemecahan masalah, memfokuskan pada kolaborasi, iterasi, dan empati terhadap pengguna. Carlgren et al. (2016) dalam jurnal Creativity and Innovation Management menyatakan bahwa Design Thinking adalah metodologi yang terbukti efektif dalam memecahkan masalah kompleks dengan menekankan iterasi dalam setiap tahapan, sehingga menciptakan inovasi yang lebih tepat sasaran. Dalam kuliah praktisi ini, mahasiswa belajar bagaimana proses iterasi tersebut diterapkan dalam konteks bisnis digital yang dinamis.
Menemukan Permasalahan yang Tepat: Kunci Inovasi Sukses
Salah satu tahapan kunci dalam Design Thinking adalah menemukan permasalahan yang tepat. Peserta kuliah praktisi diajarkan untuk menggali permasalahan secara mendalam melalui wawancara pengguna dan observasi. Liedtka (2015) dalam Journal of Business Strategy menjelaskan bahwa keberhasilan inovasi sangat bergantung pada kemampuan untuk memahami masalah pengguna dengan akurat. Dalam kuliah praktisi ini, mahasiswa diminta untuk memvalidasi permasalahan yang mereka temukan agar solusi yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Menghasilkan Wawasan dan Ideasi
Setelah permasalahan teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah menghasilkan wawasan mendalam dari data yang telah dikumpulkan. Menurut Hasso Plattner Institute (2010) dalam Design Thinking Research, menghasilkan wawasan yang tepat memungkinkan munculnya ide-ide kreatif yang relevan. Proses ideasi di kuliah praktisi ini mendorong peserta untuk berpikir out-of-the-box, mengembangkan solusi baru yang dapat diimplementasikan dalam dunia bisnis digital. Peserta bekerja dalam kelompok, menggunakan teknik brainstorming untuk mengeksplorasi berbagai solusi potensial.
Purwarupa: Mengubah Ide Menjadi Kenyataan
Kuliah praktisi ini juga menekankan pentingnya purwarupa (prototyping), di mana ide-ide diuji melalui model awal yang cepat dan sederhana. Menurut Thomke (2020) dalam Research-Technology Management, proses purwarupa memungkinkan pengujian hipotesis secara cepat dan iterasi yang efektif, sehingga meminimalkan risiko sebelum produk diluncurkan. Dalam sesi ini, peserta memvisualisasikan ide mereka dalam bentuk purwarupa yang diujikan langsung kepada pengguna untuk mendapatkan umpan balik.
Acara ini diakhiri dengan presentasi dari setiap kelompok, yang menunjukkan purwarupa solusi mereka berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi. PNM berharap melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan inovatif yang akan berguna di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan bisnis digital yang terus berubah.
Referensi:
1. Carlgren, L., Rauth, I., & Elmquist, M. (2016). Framing Design Thinking: The Concept in Idea and Enactment. Creativity and Innovation Management, 25(1), 38-57. https://doi.org/10.1111/caim.12153
2. Liedtka, J. (2015). Perspective: Linking Design Thinking with Innovation Outcomes through Cognitive Bias Reduction. Journal of Business Strategy, 36(2), 44-51.
3. Plattner, H. (2010). Design Thinking Research. Hasso Plattner Institute.
4. Thomke, S. (2020). Building an Innovation Factory. Research-Technology Management, 63(1), 30-39.