Etika Digital dan Kebiasaan Online Gen Z: Menggali Karakter dan Perilaku Generasi Digital Nativ

Generasi Z, yang tumbuh di tengah
era digital, telah membentuk kebiasaan digital yang unik dengan etika dan tata
krama tersendiri. Mereka menunjukkan keseimbangan menarik antara interaksi
digital dan komunikasi tatap muka, membuktikan bahwa meskipun tergolong
"digital natives", mereka tetap menghargai interaksi secara langsung.
Menurut studi yang dilakukan oleh
Shorey dkk. (2024), meskipun Gen Z menghabiskan banyak waktu di dunia digital,
mereka tetap mengutamakan komunikasi tatap muka dalam beberapa situasi. Ini
menunjukkan pendekatan yang seimbang antara kehidupan digital dan fisik.
Tidak hanya itu, Gen Z juga
dikenal dengan kesadaran akan kewarganegaraan digital. Boonlab dan
Pasitpakakul (2023) menemukan bahwa mereka memiliki kecerdasan digital tinggi
dan mampu menggunakan teknologi secara kreatif serta bertanggung jawab dalam
berbagai interaksi digital. Ini mencerminkan kepedulian mereka terhadap norma
etis dalam dunia digital. Tolstikova dkk. (2021) juga menegaskan bahwa
diskusi spontan terkait etika digital sering terjadi di antara mereka,
membentuk pandangan yang kuat tentang perilaku yang dapat diterima dan yang
tidak.
Selain etika digital, generasi
ini juga menunjukkan literasi digital yang tinggi dan bertanggung jawab
dalam menggunakan perangkat digital, mulai dari kegiatan belanja, perbankan,
hingga bersosialisasi secara online. Sakashita (2020) dan Kushwaha (2021)
menyoroti pengaruh budaya dan sosial dalam perilaku digital Gen Z, termasuk
sikap hati-hati mereka terhadap pengeluaran dan konsumsi di dunia digital.
Martínez-Estrella dkk. (2023)
mencatat bagaimana platform media sosial seperti Instagram dan TikTok telah
menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari Gen Z di berbagai negara
seperti Chile, Kolombia, Meksiko, dan Panama, memperlihatkan kebiasaan konsumsi
digital yang unik di tiap wilayah.
Secara keseluruhan, etika digital Gen Z adalah campuran dari preferensi komunikasi tradisional, kewarganegaraan digital yang kuat, pertimbangan etis, serta literasi digital tinggi yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya mereka.
Referensi:
- Shorey, S., Vyugina, D., Waechter, N., & Dolev,
N. (2024). Gen Z Around the World: Understanding the Global Cohort
Culture of Generation Z.
- Boonlab, S., & Pasitpakakul, P. (2023). Journal
of Social Studies Education Research.
- Tolstikova, I., Ignatjeva, O., Kondratenko, K.,
& Pletnev, A. (2021). CEUR Workshop Proceedings.
- Sakashita, M. (2020). The New Generation Z in
Asia: Dynamics, Differences, Digitalization.
- Kushwaha, B.P. (2021). International Journal of Web Based Communities.
- Martínez-Estrella, E.-C., Samacá-Salamanca, E., García-Rivero, A., & Cifuentes-Ambra, C. (2023). profesional de la informacion
- freepik.com